Senin, 01 Oktober 2018

Mempersiapkan Persaingan dengan Tenaga Kerja Asing


Bagaimana mempersiapkan persaingan dengan tenaga kerja asing?
Pertanyaan berikut tentu tidak asing terutama bagi para pelajar dan mahasiswa, karena Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) merupakan tantangan besar yang menanti pemuda masyarakat Indonesia. Dengan dibukanya pasar bebas di kawasan Asia Tenggara, segala kegiatan ekonomi seperti ekspor dan impor barang, investasi, jasa, modal, dan tenaga kerja harus siap bersaing.
Tetapi, ibarat bertempur kita harus melakukan banyak persiapan salah satunya yaitu mengenali musuh dengan baik. Oleh karena itu hal pertama yang kita harus lakukan adalah mencara informasi mengenai MEA.
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 (ASEAN Economic Community (AEC)) adalah sebuah integrasi ekonomi ASEAN dalam menghadapi perdagangan bebas antarnegara-negara ASEAN. Seluruh negara anggota ASEAN telah menyepakati perjanjian ini. MEA dirancang untuk mewujudkan Wawasan ASEAN 2020.
Tujuan dari Dibentuknya MEA
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pembentukan MEA memiliki tujuan utama menghadirkan pemerataan ekonomi bagi seluruh warga masyarakat kawasan ASEAN. Jika diuraikan dengan lebih mendalam berdasarkan Deklarasi Cebu, tujuan utama dari dibentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yaitu:
  • Menciptakan pasar tunggal yang mencakup negara-negara ASEAN sekaligus pusat produksi (production base) dengan kaitannya pada elemen produk aktivitas ekonomi bebas, seperti tenaga kerja (terdidik/terampil), bebas bea untuk aliran barang dan jasa dari kawasan regional ASEAN, serta keluar masuknya investasi dan aliran modal untuk negara-negara sekawasan.
  • Menjadikan ASEAN sebagai kawasan berdaya saing ekonomi tinggi yang ditandai dengan dikuatkannya peraturan dalam kompetisi ekonomi, meliputi perlindungan konsumen, Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), perpajakan, kelancaran aktivitas e-Commerce, dan pengembangan infrastruktur.
  • Meratakan pemberdayaan ekonomi kawasan ASEAN dengan sasaran utama revitalisasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM), terutama bagi negara Kamboja, Myanmar, Laos, dan Vietnam (CMLV). Sebagaimana diketahui bersama negara CMLV telah lama dan berulang kali didera dengan beragam masalah politik, sosial, dan kebudayaan yang berpengaruh terhadap keamanan negara tersebut. Dengan demikian, sebagaimana terangkum dalam ASEAN Vision 2020 serta Pakta ASEAN Concord II, MEA dibuat dengan maksud untuk memeratakan ekonomi hingga ke seluruh penjuru kawasan.
  • Mengintegrasikan ekonomi kawasan dengan ekonomi global dengan tujuan dasar untuk meningkatkan peran serta ASEAN dalam percaturan kebijakan global. Semua dilakukan dengan proses pendekatan yang koheren antara ekonomi regional dan global. Hal ini tentu adalah salah satu sisi positif sebab nantinya masukan negara-negara ASEAN dianggap penting.
Setelah mengenal MEA barulah kita mengambil langkah terakhir untuk menghadapinya. Berikut adalah persiapan yang harus dilakukan untuk menghadapi MEA :
1. Menguasai Bahasa Asing
Untuk menghadapi pesaing yang gak cuma datang dari dalam negeri, wajib banget menguasai bahasa asing minimal Bahasa Inggris. Kenapa? Tentu saja karena Bahasa Inggris menjadi bahasa kedua di beberapa negara ASEAN. Bahasa Inggris akan mempermudah kita berinteraksi. Lebih baik lagi jika menguasai bahasa resmi di beberapa Negara ASEAN seperti bahasa Thai, Melayu, dan Burma.
2. Networking
Memiliki banyak teman bisa memperluas jaringan. Dimulai dari lingkungan rumah maupun kampus, seperti aktif berorganisasi atau ikut kegiatan pemuda di lingkungan rumah. Manfaatkan juga keberadaan media sosial untuk menambah teman dan jaringan dari Asia Tenggara sehingga bisa memperkaya pengetahuan kita tentang MEA dan menemukan peluang karir di masa depan.
3. Upgrade Skill
Meningkatkan kemampuan diri seperti ikut kursus, pelatihan, dan seminar. Jangan membatasi diri untuk belajar hal-hal baru dan selalu berpikir maju. Asah kreativitas dan kemampuan dengan mengikuti beberapa kompetisi untuk melihat seberapa jauh skill kamu berkembang.
4. Public Speaking
Kemampuan berbicara di depan umum penting juga dikuasai karena menjadi salah satu penunjang dalam bersaing di era global ini. Selain melatih kepercayaan diri, public speaking akan meningkatkan keterampilan dalam berbicara dan berpikir kritis.
5. Profesionalisme
Ambil sertifikasi profesi dari lembaga sertifikasi. Sertifikasi profesi dapat digunakan untuk mengukur standar kompetensi profesionalisme. Selain itu dapat pula dijadikan upaya menaikkan daya saing pekerja lokal yang berkualitas dengan pekerja asing. Profesionalisme di sini dapat diartikan tekun, kerja keras, dan fokus.
6. Good Attitude
Jika semua poin-poin di atas sudah kalian miliki, jangan lupa attitude yang baik.  Dengan adanya attitude yang baik, orang-orang yang bekerja sama dengan kita akan respect dan menghargai semua kemampuan kita. Apalagi bangsa Indonesia dikenal dengan keramahtamahannya yang bisa menjadi nilai tambah dalam bersaing.

semoga informasi serta kiat mengahdapi MEA dapat bermanfaat.




  sumber :
https://www.cermati.com/artikel/masyarakat-ekonomi-asean-mea-inilah-yang-perlu-diketahui
https://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat_Ekonomi_Perbara
https://inspiratorfreak.com/7-tips-mahasiswa-dalam-menghadapi-mea/

Senin, 07 Mei 2018

passive voice dan conditional sentences

passive voice adalah suatu bentuk gramatikal dimana subjek kalimat tidak melakukan aksi, melainkan menerima aksi atau ditindaklanjuti agent lain yang disebutkan ataupun tidak.
Berikut beberapa rumus dan contoh kalimat passive voice pada beberapa tense dalam bahasa inggris (bentuk pasif dari perfect continuous sebaiknya dihindari karena rumit dan tidak elegan).

Rumus Passive Voice Contoh Kalimat
Simple Present Tense

Active:

S + verb-1 + direct object

Passive:

S (direct object) + is/am/are + past participle +/- by … (agent)
  • People make books from trees.
    (Orang membuat buku dari pohon.)
  • Books are made from trees.
    (Buku dibuat dari pohon.)

Present Continuous Tense

Active:

S + am/is/are + present participle + direct object

Passive:

S (direct object) + is/am/are + being + past participle +/- by … (agent)
  • The surveyor is using the digital theodolite.
    (Surveyor sedang menggunakan teodolit digital.)
  • The digital teodolit is being used.
    (Teodolit digital sedang digunakan.)

Present Perfect Tense

Active:

S + have/has + present participle + direct object

Passive:

S (direct object) + have/has + been + past participle +/- by … (agent)
  • We have verified your application.
    (Kami kami akan memverifikasi aplikasimu.)
  • Your application has been verified.
    (Aplikasimu telah diverfikasi.)

Simple Past Tense

Active:

S + verb-2 + direct object

Passive:

S (direct object) + was/were + past participle +/- by … (agent)
  • Sunmark Press printed the first book in 2005.
    (Sunmark Press mencetak buku pertama tersebut pada tahun 2005.)
  • The first book was printed in 2005 by Sunmark Press.
    (Buku pertama tersebut dicetak pada tahun 2005 oleh Sunmark Press.)

Past Continuous Tense

Active:

S + was/were + present participle + direct object

Passive:

S (direct object) +was/were + being + past participle +/- by … (agent)
  • My friend was baking bread when I came.
    (Teman saya sedang memanggang roti ketika saya datang.)
  • Bread were being baked when I came.
    (Roti sedang dipanggang ketika saya datang.)
Past Perfect Tense

Active:

S + had + past participle + direct object

Passive:

S (direct object) + had + been + past participle +/- by … (agent)
  • They had used poison gas in World War I.
    (Mereka telah menggunakan gas beracun dalam perang dunia pertama.)
  • Poison gas had been used in World War I.
    (Gas beracun telah digunakan dalam perang dunia pertama.)

Simple Future Tense

Active:

  • S + will + verb-1 + direct object
  • S + am/is/are going to + bare infinitive + direct object

Passive:

  • S (direct object) + will + be + past participle +/- by … (agent)
  • S (direct object) + am/is/are going to + be + past participle +/- by … (agent)
  • Dino will show you something interesting.
    (Dino akan menunjukkan padamu sesuatu yang menarik.)
  • You will be shown something interesting.
    (Kamu akan ditunjukkan sesuatu yang menarik.)
  • He is going to meet a new client tomorrow.
    (Dia akan bertemu seorang klien baru besok.)
  • A new client is going to be met tomorrow.
    (Seorang klien baru akan ditemui besok.)

Future Perfect Tense

Active:

S + will have + past participle + direct object

Passive:

S (direct object) + will have + been + past participle +/- by … (agent)
  • I will have saved much money at this time next year.
    (Saya akan telah menyimpan banyak uang tahun depan.)
  • Much money will have been saved at this time next year.
    (Banyak uang akan telah disimpan tahun depan.)

 CONDITIONAL SENTENCES
Merupakan kalimat pengandaian yang mengandung kata if clause dan main clause
Contoh : If I study hard, I will get best score.
4 tipe Conditional Sentences
1. Tipe 0 (zero)
Merupakan kalimat pengandaian yang kejadiannya pasti akan terjadi (Scientific Fact).
Contoh : If you burn paper, it becomes aishes.
2. Tipe 1
Merupakan kalimat pengandaian yang menujukan keadaan yang mungkin akan terjadi.
If + Present Tense, S + will + Vbase.
Contoh : If I have money, I will buy a car.
3. Tipe 2
Merupakan kalimat pengandaian yang menujukan keadaan yang mungkin tidak akan terjadi.
If + Past Tense , S + would + Vbase.
Contoh : If I had money, I would buy a car.
4. Tipe 3
Merupakan kalimat pengandaian yang menujukan keadaan yang sudah pasti tidak akan terjadi.
If + Past Perfect Tense , S + would + have + Verb3.
Contoh : If I had had money, I would have bought a car.

Senin, 09 April 2018

verbs as complements, affermative agreement & negative agreement

 Verb as Complements

Complement memiliki definisi sebagai kata atau kelompok kata yang melengkapi makna dari subject, verb atau object. Itu menjadi sebuah alasan kuat mengapa complement terbagi menjadi tiga jenis yang di antaranya adalah subject complement, verb complement, dan object complement.

Untuk membedakan verb biasa dengan verb complement, Anda bisa melihat dari komponen yang membentuknya. Jika dalam verb, Anda hanya bisa menemukan kata kerja saja. Namun, di dalam verb complement, komponen yang akan membentuknya lebih banyak sehingga terkesan lebih rumit. Verb complement adalah direct object atau indirect object dari suatu action verb. Objecknya ini bisa terdiri dari noun, pronoun, atau komponen lainnya yang berperan sebagai noun, seperti gerund, infinitive dan noun clause.

Selain itu, dalam sebuah kalimat sebuah verb itu sangat dibutuhkan dan akan membentuk kalimat yang sempurna. Sedangkan verb complement tidak semua kalimat membutuhkannya.

Contoh verb complemen :

My boss paid me two thousand dollars
Me= pronoun as indirect object
Two thousand dollars= noun phrase as direct object

He discovered information that creating website is quite easy.
Information= noun as indirect object
That creating website is quite easy= noun clause as direct object.

I stopped for the child to cross the street.
the child= noun as indirect object
To cross the street= infinitive as direct object

Affermative Agreement & Negative Agreement

AFFIRMATIVE AGREEMENT
DEFINISI : Affirmative agreement merupakan (kesesuaian) yang digunakan ketika seseorang       melakukan sesuatu dan menambahkan bahwa ada orang lain yang melakukan sesuatu yang sama
JENIS : Ada dua jenis affirmative agreement
Positif : yaitu kata "and" dan  "so"
Negative : yaitu kata "either" dan "neither"
Kali ini pembahasan saya hanya mengenai affirmative agreement jenis positive :)
 Ada 3 model pembahasan :
I.  When a form of the verb BE is used in the main clause, the same tense of the verb Be is used in the simple statement that follows. Look at the following formula:
affirmative statement (be) + and + (subject + verb (be) + too
so +verb (be) + subject.
·         Iam happy, and you are too.
·         I am happy, and so are you.
II. When a compound verb (auxiliary + verb) for example, will go, should do, has done, have written, must examine, etc, occurs in the main clause, the auxiliary of  the main verb is used in the simple statement, and the subject and verb must agree. (Apabila dalam kalimat utama terdapat will go, should do, has done, have written, must examine, maka auxiliary dari kalimat utama digunakan dalam bentuk simple statement begitu juga dengan subject dan kata kerjanya).
·         affirmative statement (compound verb) + and +  {subject + auxiliary only + too}
They will work in the lab tomorrow, and you will too.
·         affirmative statement (compount verb) + and + {so + auxiliary only + subject).
They will work in the lab tomorrow, and so will you.
III. When any verb except be appears without any auxiliaries in the main clause, the auxiliary do, does or did is used in the simple statement. The subject and verb must agree and the tense must be the same. (Apabila pada kalimat utama ada kata kerja apa saja (kecuali be) muncul tanpa auxiliary, maka auxiliary do, does ordid harus digunakan –  pokok dan kata kerjanya harus diselaraskan sesuai dengan waktu yang digunakan).
·         affirmative statement (single verb except be) + and + {subject + do, does or did + too
Jane goes to that school, and my sister does too.
·         affirmative statement (single verb except be) + and + {so + do, does or did + subject).
Jane goes to that school, and so does my sister.
Additional examples:
·         John went to the mountains on his vacation, and we did too.
·         John went to the mountains on his vacation, and so did we
·         I will be in New Mexico in August, and they will too.
·         I will be in New Mexico in August, and so will they.
·         He has seen her plays, and the girls have too.
·         He has seen her plays, and so have the girls.
·         We are going to the movies tonight, and Suzy is too.
·         We are going to the movies tonight, and so is Suzy
·         She will wear a costume to the party, and we will too.
She will wear a contume to the party, and so will we
Negative Agreement
 Hampir sama dengan penjelasan affirmative agreement di atas, neither dan either memiliki arti yang sama yaitu: tidak keduanya, atau kedua-duanya tidak.
 Untuk neither digunakan sebelum auxilliary verb, for example:
1. My roommate won't go, and neither will I
2. My roommate hasn't gone, and neither have I
3. My roommate doesn't go, and neither do I
4. My roommate isn't going, and neither am I
Dan untuk either digunakan setelah auxilliary verb dan kata "not", for example:
1. My roommate won't go, and I won't(will not) either
2. My roommate hasn't gone, and I haven't either
3. My roommate doesn't go, and I don't either
4. My roommate isn't going, and I am not either
Hal lain yang harus diperhatikan yaitu untuk pemakaian tobe dan auxilliaries setelah kata "..and.." harus sesuai dengan tobe dan auxilliaries yang digunakan di awal kalimat, seperti :
My wife is talking about it, and so am I
My roommate doesn't go, and I don't either
Contoh kalimat lainnya:
1.      The manager isn’t too happy with the project, and neither is his assistant.
2.      We can’t study in the library, and he can’t either.
3.      You didn’t pay the taxes, and they didn’t either.


“Either” and “neither” function in simple statements much like “so” and “too” in affirmative sentences. However, either and neither are used to indicate negative agreement. The same rules for auxiliaries, be and do, does, or did apply.
 Negative statement + and + [ S + negative auxiliary or be + either]
 Negative statement + and + [ neither + positive auxiliary or be + S ]
 Examples:
 I didn’t see Bella this morning. Edward didn’t see Bella this morning
 I didn’t see Bella this morning and Edward didn’t either.
 I didn’t see Bella this morning and neither did Edward.
 Additional examples:
 1. The children shouldn’t take that medicine, and neither should she.
 2. We don’t plan to attend the concert, and neither do they.
 3. I don’t like tennis, and he doesn’t either.
sumber :
https://www.ef.co.id/englishfirst/englishstudy/belajar-bahasa-inggris-dari-verb-complement.aspx
http://siidiqi.blogspot.co.id/2015/04/affirmative-dan-negative-agreement.html

Kamis, 28 Desember 2017

tugas softskill : application letter

Application letter
Depok, 02th december 2017

Human Capital Department
Ernest & Young Indonesia.

Dear Sir/Madam,
I am 20 years old, female & single, and very interested in applying for an Junior Auditor at Ernest & Young Indonesia.
I am student from Gunadarma University and my major studies is accounting. I already finish my study but not yet graduate . I am able to use English both oral and written and capable to operate the latest Microsoft Office and internet. I am highly involved in leadership and organizational activity, and I am willing to work and learn hard in order to improve my ability and build the firm’s success.
I would appreciate an opportunity to show you how I contribute in this firm. I have enclosed my resume, curriculum vitae, and transcript for your consideration. Please contact me at your earliest convenience. Thank you for your kind attention.

Sincerely yours,

(Shabiel Fitri wandiny)

tugas softskill : cv



CURRICULUM VITAE
    1. PERSONAL DETAILS
Name               : Shabiel Fitri Wandiny
            Adress             : Jalan. Pinang 1 pondok cina, beji,depok
            Phone              : (021) 999 077
            Cellphone        : 087809079999
            E-mail              : wandinysah@gmail.com
            Date of birth    : July 09th, 1997
            Nationality       : Indonesian
            Gender             : Female
            Marital status   : Single
            Religion           : Moslem

     2.EDUCATION DETAILS
           2003 - 2009 State Elementary School 07 manna, Bengkulu selatan
           2009 - 2012 Junior High School, Islamic school Al-Qolam
           2012 - 2015 Senior High School, Sahid Islamic boarding school
           2015 - 2019 Accounting, The University of Gunadarma

3.               3. COMPUTER SKILLS
             Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft Power Point.

4.              4. PERSONALITY
Good attitude, kind, communicative, dilligent, tolerant, target oriented, discipline, honest, and responsible.
This is to state that above information is true and provided here by me, all in good faith.

Sincerely,

(Shabiel fitri w)