Rabu, 02 Desember 2015

proposal bisnis

Proposal
Usaha Cup Cake





DISUSUN OLEH :
                  NAMA     :  SHABIEL FITRI WANDINY
                                                      KELAS     :  1EBO4
                                                      NPM          :  26215500











KATA
PENGANTAR

       
Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penyusunan proposal ini dapat saya selesaikan. Proposal ini disusun dalam rangka memenuhi kewajiban saya, yaitu tugas dari mata kuliah Pengantar Bisnis.
         Saya menyadari bahwa proposal ini memiliki banyak kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat saya harapkan demi proposal ini. Semoga bemanfaat. Terimakasih.





Depok,2015


Penyusun






Daftar isi

Judul ………………………………………………………………………………i
Kata pengantar…………………………………………………………………….ii
Daftar isi…………………………………………………………………………..iii
Bab 1 pendahuluan
1.     Latar belakang………………………………………………………………4
2.     Perumusan visi dan misi usaha……………………………………………...5
3.     Tujuan usaha………………………………………………………………...6
4.     Deskripsi usaha…………..………………………………………………….7
Bab 2 pembahasan
1.     Rencana lokasi usaha………………………………………………………..8
2.     Target pelanggan…………………………………………………………….9
3.     Analisa pemasaran produk…………………………………………………10
4.     Biaya-biaya yang di perlukan………………………………………………11
5.     Kendala……………………………………………………………………..12
6.     Mengatasi kendala ……………………….……………………………...…13
Bab 3 penutup
1.     Kesimpulan…………………………………………………………………14
2.     Saran…………………………………………………………………….….15







Bab 1
Pendahuluan


1.    Latar belakang
  
       Seperti yang kita ketahui bahwa bisnis dalam ilmu ekonomi merupakan suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen untuk mendapatkan laba. Maka dari itu dengan memulai usaha kita dapat menghasilkan keuntungan dengan semaksimal mungkin. Tentu saja di dalam dunia bisnis pasti ada persaingan, maka dari itu seseorang yang ingin memulai bisnis harus menyiapkan mental dan keberanian, meningkirkan rasa malu, takut gagal, serta keraguan. Harus siap menghadapi resiko.
        Pada konsep pemasaran ada banyak sekali jens-jenis makanan dari yang kecil hingga makanan besar, dari yang murah hingga yang mahal. Salah satu makanan yang menarik dan banyak di gemari oleh anak-anak dan remaja menjadi lahan yang menarik untuk saya produksi, yaitu “cup cake”, kue ini cukup menarik perhatian dengan bentuknya yang lucu dan menggemaskan, selain itu cup cake biasanya di jadikan dessert atau makanan penutup.


2.    Visi dan misi

a.     Visi
Membentuk jiwa kemandirian dengan membuka usaha sampingan terbaik dengan produk berkualitas tinggi

b.      Misi
Mebuat cup cake yang beraneka rasa dengan kreasi bentuk serta kehigenisan yang terjamin, menciptakan lapangan pekerjaan, membangun semangat wirausaha, mengedepankan pelayanan, kebersihan, serta keberkahan


3.    Tujuan usaha

Tujuan dari usaha ini adalah :
·         Menciptakan lapangan pekerjaan
·         Mencari keuntungan atau laba
·         Menarik peminatan konsumen terhadap cup cake
·         Mencapai target penjualan
·         Melatih kemadirian
·         Menerapakan jiwa wirausaha




4.    Deskripsi usaha

    Usaha yang saya mulai adalah usaha yang bergerak dalam bidang pengolahan makanan penutup (dessert). Makanan ini sangat di gemari oleh anak-anak serta remaja karena bentuk dan warnanya yang menarik. Tetapi cup cake ini bukan hanya di jadikan dessert, dengan bentuknya yang kami buat bervariasi maka cup cake ini dapat di susun sebuah kary sesuai dengan pesanan konsumen seperti contohnya, menyusun cup cakes menjadi kue ulang tahun yang unik. Dan tentu saja kami menerima pesan antar langsung ke konsumen.
    Kami memberikan jaminan kepuasan kepada konsumen, jika ada kerusakan saat mengantar pesanan, pelayanan yang kurang ramah, keterlambatan waktu, dan kesalahan-kesalahan lain yang merugikan konsumen.




























Bab 2
Pembahasan


1.     Rencana lokasi usaha

     Rencana lokasi penjualan cup cake ini telah kami tentukan di tempat-tempat yang strategis, seperti yang kami sampaikan cup cakes ini peminatnya cukup banyak di kalangan remaja dan anak-anak, oleh karena itu kami akan mebangun lokasi di lokasi yang dekat sekolah atau universitas bahkan di pinggir jalan raya yang ramai, sehingga spanduk nama dari yoko cup cakes kami terlihat jelas, dan menarik perhatian konsumen yang melewati. Dengan mengikuti perkembangan zaman kami juga akan berjualan melalui media social atau biasa dikenal dengan sebutan online shop. Hal ini kami lakukan agar konsumen yang berada jauh dari wilayah toko kami dapat juga dapat merasakan cup cake yang kami jual.


2.     Target pelanggan

   Target pelanggan cup cake kami yaitu semua kalangan baik muda atau tua, baik tingkat ekonomi menengah ke bawah atau pun menengah ke atas, anak-anak, remaja, ibu rumah tangga, dan semua kalangan.



3.     Analisa pemasaran produk
                       Strategi pemasaran yang kami gunakan :
·         Menetapkan harga yang relative murah agar semua masyarakat dapat menjangkau harganya
·         Tempat penjualan strategis
·         Memenuhi pelayanan terbaik
·         Memberikan diskon/hadiah untuk konsumen dengan pembelian yang tinggi
                          Promosi pemasaran :
·         Memasang papan nama
·         Melalui media social
·         Dari mulut ke mulut yang dilakukan konsumen


4.     Biaya-biaya (modal)

Biaya yang di keluarkan dari usaha cup cake :
·         Bangunan                                    :  Rp. 5.000.000
·         Listrik, air, dll                             :  Rp. 4.500.000
·         Kendaraan                                   :  Rp. 6.410.000
Jumlah                                        :  Rp. 15.910.000
·         Alat-alat
1.      Kompor gas + tabung            : Rp. 400.000
2.      Trays dan cases 6 buah          : Rp. 150.000
3.      Paper cases 500 buah             : Rp. 500.000
4.      Mixers dan mixing bowls      : Rp. 630.000
5.      Cetakan emboss                     : Rp. 50.000
6.      Meja                                       : Rp. 7.800.000
7.      Kursi                                      : Rp. 6.980.000
8.      Lampu dan hiasan dinding     ; Rp. 850.000
9.      Garpu, piring, pisau, dll.        : Rp. 5.000.000
10.  Mesin kasir                             : Rp. 2.100.000
Jumlah                                    : Rp. 24.460.000
·         Biaya penyusutan gedung             : Rp. 50.000
·         Biaya penyusutan peralatan           : Rp. 15.000
·         Biaya telepon                                 : Rp. 20.000
·         Biaya bensin                                   : Rp. 75.000
·         Biaya lain-lain                                : Rp. 100.000
·         Gaji pegawai (5 pegawai)               : Rp. 9.375.000
Jumlah                                             : Rp. 9.630.000


Total biaya : Rp. 50.000.000,00


5.     Kendala

·         Produk  sudah mulai ramai di pasaran
·         Kapasitas produksi terbatas
·         Kemungkinan adanya pemalsuan produk, yang dapat merugikan pasaran
·         Peminatan berkurang karena adanya ketakutan dari konsumen mengenai penyakit gula atau diabetes.

6.     Mengatasi kendala

·         Menciptakan produk mnjadi lebih berbeda serta kreatif dan inofatif
·         Memperbanyak produksi dengn bantuan karyawan
·          Meproduksi cup cake dengan gula yang standar dan sehat
Bab 3
Penutup


1.     Kesimpulan

    Berdasarkan uraian di atas dapat di simpulkan bahwa dalam memilih usaha kita harus mengetahui segala macam mengenai usaha yang akan didirika. Seperti mengetahui peluang usahanya, lokasi strategis dalam pemasaran produk dan aspek-aspek lain yang bersangkutan dengan usaha tersebut. Usaha cup cake ini merupakan ssalah satu usaha menengah yang dapat membatu membuka lapangan pekerjaan, sehingga mengurai pengangguran. Tentu saja usaha ini harus memerlukan perencanan yang matang.


2.     Saran

·         Dalam berwirausaha di perlukan keyakinan, percaya diri, dan keuletan.
·         Harus memiliki semangan wirausaha
·         Tidak menyerah pada hambatan dan masalah
·         Mempersiapkan segala sesuatu dengan matng, agar berjalan degan baik
·         Wirausaha harus kreatif dan  inovatif









bisnis menurut par pakar

  Bisnis



Bisnis menurut para pakar :

Pengertian Bisnis menurut Musselman adalah keseluruhan dari aktivitas yang diorganisir oleh orang yang tidak berurusan di dalam bidang industri dan perniagaan yang menyediakan barang dan jasa agar terpenuhinya suatu kebutuhan dalam perbaikan kualitas hidup.

Menurut Hooper, Pengertian Bisnis ialah keseluruhan yang lengkap pada berbagai bidang seperti industri dan penjualan, industri dasar dan industri manufaktur dan jaringan, distribusi, perbankkan, transportasi, insuransi dan lain sebagainya; yang kemudian melayani dan memasuki dunia bisnis secara menyeluruh.

Peterson dan Plowman mengemukakan Pengertian Bisnis merupakan serangkaian kegiatan yang berhubungan dengan pembelian ataupun penjualan barang dan jasa yang dilakukan secara berulang-ulang. Menurut paterson dan plowman, penjualan jasa ataupun barang yang hanya terjadi satu kali saja bukanlah merupakan pengertian bisnis.

Pengertian Bisnis menurut Owen adalah suatu perusahaan yang berhubungan dengan distribusi dan produksi barang-barang yang nantinya dijual ke pasaran ataupun memberikan harga yang sesuai pada setiap jasanya.

Menurut Hunt dan Urwick, Pengertian Bisnis ialah segala perusahaan apapun yang membuat, mendistribusikan ataupun menyediakan berbagai barang ataupun jasa yang dibutuhkan oleh anggota masyarakat lainnya serta bersedia dan mampu dalam membeli atau membayarnya.

L.R.Dicksee mengatakan bahwa Pengertian Bisnis yaitu suatu bentuk dari aktivitas yang utamanya bertujuan dalam memperoleh keuntungan bagi yang mengusahakan atau yang berkepentingan di dalam terjadinya aktivitas tersebut.


Tujuan Bisnis dan Manfaat Bisnis :

Tujuan bisnis suatu perusahaan dapat kita lihat dari berbagai macam kepentingan, baik owner, pesaing, supplier, karyawan, konsumen, masyarakat umum, maupun pemerintah.

Tujuan bisnis didirikan tidak hanya profit oriented semata, namun secara keseluruhan tujuan bisnis didirikan meliputi :
·         Profit,
·         Pengadaan barang atau jasa,
·         Kesejahteraan bagi pemilik faktor produksi dan masyarakat,
·         Full employment,
·         Eksistensi perusahaan dalam jangka panjang (waktu yang lama),
·         Kemajuan dan pertumbuhan,
·         Prestise dan prestasi.

Proses pencapaian tujuan bisnis melalui pengelolaan sumber daya ekonomi secara optimal bagi para pemilik sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi dan masyarakat pada umumnya. Para pemegang atau pemilik faktor-faktor produksi ini memperoleh manfaat dan nilai ekonomi secara layak.

Bertitik tolak pada usaha pencapaian tujuan-tujuan tersebut, maka tentunya proses pencapaian tujuan bisnis melalui pengelolaan sumber daya ekonomi secara optimal harus dilakukan dengan memperhatikan kepentingan dan kemanfaatan bagi para pemilik sumber daya ekonomi atau pemilik faktor-faktor produksi dan masyarakat pada umumnya.

Tercapainya tujuan bisnis akan bersifat langgeng (lebih bersifat jangka panjang) kalau didukung secara inclusif tercapainya tujuan para pihak yang terlibat dalam kegiatan bisnis tersebut. Misalnya pihak tenaga kerja, supplier bahan, pemilik modal dan pihak-pihak eksternal lainnya.

Dengan demikian, etika bisnis meliputi keseluruhan proses manajemen perusahaan mengenai pengelolaan sumber daya ekonomi di mana para pemilik sumber daya ekonomi ini sama-sama memperoleh manfaat secara ekonomi yan layak. Di samping itu, masyarakat mendapatkan manfaat sosial yang positif dengan adanya pemberdayaan sumber daya ekonomi tersebut. Bagi para pemilik sumber daya ekonomi tentunya manfaat tersebut diukur dengan ukuran ekonomi dan sosial yang layak.

Bagi masyarakat yang berada di sekitar perusahaan juga mendapat manfaat ekonomi dan manfaat sosial dengan adanya perusahaan yang berdiri di masyarakat. Secara sistematik kelayakan ukuran alokasi sumber daya ekonomi bagi pemilik sumber daya ekonomi harus dilihat dari peran yang diberikan oleh masing-masing pihak pemilik secara adil dalam proses pembentukan atau informasi nilai ekonomi yang dibentuk oleh sistem bisnis yang berlaku di masyarakat.

Sekian pembahasan mengenai pengertian bisnis, tujuan bisnis dan manfaat bisnis, semoga tulisan saya mengenai pengertian bisnis, tujuan bisnis dan manfaat bisnis dapat bermanfaat.


Sumber : Buku dalam Penulisan Pengertian Bisnis, Tujuan Bisnis dan Manfaat Bisnis :
- Budi Untung, 2012. Hukum dan Etika Bisnis. Penerbit CV Andi Offset : Yogyakarta.


bisnis yang melanggar etika

Contoh bisnis yang melanggar etika

Kasus :
Sebuah perusahaan yang merupakan suplaier resmi dari MNO melakukan kecurangan bisnis dengan mengoplos solar menjadi minyak tanah dan menjualnya ke masyarakat. Hal ini tentu menjelekkan nama baik dari perusahaan MNO. Selain itu hal ini juga menyebabkan konsumen petronas tidak percaya lagi pada produk-produk perusahaan MNO.
Contoh lainnya, seperti yang seperti kita lihat sendiri atau bahkan pernah kita alami saat membeli buah-buahan. Saat membungkus buah tersebut pedagang menukarnya dengan buah-buah yang tidak baik kualitasnya tanpa pengethun pembeli.
Analisis :
            Dari kasus diatas terlihat bahwa perusahaan dan pedagang tersebut telah melakukan pelanggaran etika bisnis terhadap prinsip kejujuran. Mereka berani mengambil tindakan kecurangan untuk menekan biaya produksi produk mereka hanya untuk mendapat laba yang besar  tanpa memikirkan efek negative yang akan mereka timbulkan terhadap masyarakat yang menjadi konsumen mereka. Bukan hanya konsumen yang mereka rugikan tapi, perusahaan tersebut juga akan mengalami kerugian. Karena kepercayaan konsumen terhadap perusahaan itu akan hilang. Maka dari itu sebagai pelaku bisnis kita harus memperhatikan dan menaati etika-etika dalam suatu bisnis.


Contoh bisnis yang melanggar etika
Kasus :
Obat anti-nyamuk HIT yang diproduksi oleh PT Megarsari Makmur dinyatakan ditarik dari peredaran karena penggunaan zat aktif Propoxur dan Diklorvos yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan terhadap manusia. Departemen Pertanian, dalam hal ini Komisi Pestisida, telah melakukan inspeksi di pabrik HIT dan menemukan penggunaan pestisida yang menganggu kesehatan manusia seperti keracunan terhadap darah, gangguan syaraf, gangguan pernapasan, gangguan terhadap sel pada tubuh, kanker hati dan kanker lambung.
HIT yang promosinya sebagai obat anti-nyamuk ampuh dan murah ternyata sangat berbahaya karena bukan hanya menggunakan Propoxur tetapi juga Diklorvos (zat turunan Chlorine yang sejak puluhan tahun dilarang penggunaannya di dunia). Obat anti-nyamuk HIT yang dinyatakan berbahaya yaitu jenis HIT 2,1 A (jenis semprot) dan HIT 17 L (cair isi ulang). Selain itu, Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan melaporkan PT Megarsari Makmur ke Kepolisian Metropolitan Jakarta Raya pada tanggal 11 Juni 2006. Korbannya yaitu seorang pembantu rumah tangga yang mengalami pusing, mual dan muntah akibat keracunan, setelah menghirup udara yang baru saja disemprotkan obat anti-nyamuk HIT.
Analisis :
Dalam perusahaan modern, tanggung jawab atas tindakan perusahaan sering didistribusikan kepada sejumlah pihak yang bekerja sama. Tindakan perusahaan biasanya terdiri atas tindakan atau kelalaian orang-orang berbeda yang bekerja sama sehingga tindakan atau kelalaian mereka bersama-sama menghasilkan tindakan perusahaan. Jadi, siapakah yang bertanggung jawab atas tindakan yang dihasilkan bersama-sama itu?Pandangan tradisional berpendapat bahwa mereka yang melakukan secara sadar dan bebas apa yang diperlukan perusahaan, masing-masing secara moral bertanggung jawab.